Perbedaan Butik, Konveksi dan Modiste

Kamis, 25 April 2013
Apabila Anda sempat berjalan-jalan ke kota Yogyakarta, maka perhatikanlah toko-toko di sepanjang jalannya. Niscaya Anda temukan banyak toko busana beragam nama. Ada toko yang berjenis butik, factory outlet, dan fashion. Meskipun jenis toko yang Anda masuki berbeda-beda, semua toko itu sama-sama menjual busana. Jika Anda amati lebih dekat busana yang dipajang, maka kemungkinan besar tidak Anda temui perbedaan jenis maupun kualitas busana yang dijual oleh ketiga toko tersebut. Ternyata ada butik menjual busana konfeksi pabrik. Ada factory outlet –yang bermakna keluaran pabrik– yang menjual busana eksklusif hasil rancangan perancang FO tersebut. Kemiripan isi dan kualitas busana di dalam toko-toko itu seperti mengisyaratkan tidak adanya perbedaan diantara jenis toko-toko itu.

Saat berkuliah di jurusan busana UNY, saya diberikan pengertian bahwa ada alasan mendasar sebuah toko dinamai butik dan konfeksi. Berikut saya jabarkan perbedaan busana berkelas butik, modiste, dan konfeksi.

A. Butik

Menurut kamus bahasa Indonesia, butik (nomina) adalah toko pakaian eksklusif yg menjual pakaian modern berikut segala kelengkapannya (terutama untuk wanita) yang sesuai dengan mode mutakhir.

Menurut istilah mode, butik adalah busana eksklusif yang dijahit halus dan tidak diproduksi massal.

Ciri-ciri busana butik:

1. Jahitan dan penyelesaiannya banyak dikerjakan dengan tangan.

2. Ukuran busana berdasarkan ukuran tubuh orang tertentu atau ukuran standard dunia mode.

3. Modelnya unik, hasil rancangan perancang busana, dan tidak pasaran.

4. Hanya diproduksi satu potong hingga tiga potong untuk satu model. Semakin sedikit diproduksi, semakin eksklusif butik tersebut. Butik-butik paling eksklusif hanya membuat satu setel busana dari satu model, lengkap dengan sepatu, tas tangan, kalung, dan gelang yang senada dengan tema busana.

5. Harga jualnya mahal.

Singkatnya, busana butik termasuk jenis adi busana (haute couture).

B. Modiste

Menurut kamus bahasa Indonesia, modiste adalah wanita yang ahli dalam membuat pakaian wanita. Jadi, modiste merupakan nama profesi penjahit.

Menurut istilah mode, busana yang dijahit oleh seorang modiste adalah busana yang dijahit halus berdasarkan permintaan pelanggan.

Ciri-ciri busana buatan modiste:

1. Jahitan halus. Walaupun dijahit dengan mesin, tidak banyak jahitan setik yang terlihat dari luar. Setik mesin kecil-kecil.

2. Model busana dibuat berdasarkan permintaan pelanggan, rancangan modiste berdasarkan permintaan pelanggan, atau pelanggan meminta dirancangkan oleh modiste. Oleh karena itu, model busana tidak selalu unik karena tergantung selera pelanggan.

3. Ukuran busana berdasarkan ukuran tubuh pelanggan.

4. Harga ongkos jahit modiste dari tingkat menengah hingga tinggi. Semakin halus jahitan seorang modiste, semakin tinggi ongkos jahitnya.

C. Konfeksi

Menurut kamus bahasa Indonesia, konfeksi adalah pakaian yang dibuat secara massal untuk dijual dalam keadaan siap pakai. Busana konfeksi tidak diukur menurut pesanan, tetapi menurut ukuran yang sudah ditentukan (S, M, L, XL).

Menurut istilah mode, busana konfeksi adalah busana berkualitas paling rendah dari sisi teknik jahit dan pilihan bahan.

Ciri-ciri busana konfeksi:

1. Dijahit dalam partai besar oleh pabrik atau industri kecil.

2. Pengerjaan dan penyelesaian jahitan 100% menggunakan mesin.

3. Setikan mesin berjarak panjang sehingga gampang tercerabut. Setik jahit juga tampak dari bagian luar busana.

4. Harga murah dan terjangkau oleh hampir seluruh lapisan masyarakat.

Menilik penjabaran tersebut, maka toko bernama “Butik” seyogyanya tidak menjual busana produksi massal. Toko bernama “Factory Outlet” semestinya hanya menjual busana konfeksi. Demikian juga dengan toko bernama “Fashion” yang sewajarnya menjual busana produksi konfeksi pabrik atau industri kecil. Sayangnya, penerapan istilah tersebut sering terbolik-balik saat ini.  Banyak toko bernama “Butik” menjual busana murahan, sementara banyak toko bernama “factory outlet” menjual busana berharga mahal. Bisa jadi hal ini disebabkan ketidaktahuan para pelaku industri busana tersebut. Fenomena menjamurnya toko busana mungkin terjadi di banyak kota besar Indonesia. Namun berkembangnya industri mode busana ini tidak diiringi dengan pemahaman yang benar tentang ilmu busana oleh  para penggiatnya.

Demikian sedikit penjelasan. Semoga sekelumit informasi ini bermanfa’at, terutama bagi Anda yang akan membuka toko busana. Jangan sampai Anda keliru memberi nama pada papan nama toko. Dari nama toko Anda, masyarakat melek mode dapat mengetahui kedalaman pengetahuan Anda dalam bidang ilmu busana dan mode.

0 komentar:

Poskan Komentar